Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melly Guru Kimia

Melly Guru Kimia 

By : Lasia Kabran 

Pagi Sabtu di kebun Raya Bogor ...itu agenda mingguan, joging sambil menghirup udara segar. Melihat dan mengamati tingkah polah makhluk Allah adalah karunia terindah yang tak ingin ku lewati. Fajar, suami Melly temanku guru Kimia mengajar di satu sekolah menengah atas, yang sama dengan ku. Fajar bersedekap mesra dengan wanita lain, bukan. Melly!  Ku amati dari jauh, kuturunkan  topi golf ku menutup sebahagiaan wajahku. Teganya! Lirih ku.

Jadwal mengajarku di hari Kamis pukul  10.15.

Walaupun ngajar di jam ke 4, aku aku tetap datang pagi, pukul 7 sudah standby di depan gerbang, sekolah menyambut kehadiran  peserta didik ku. Bunyi dering telepon membuyarkan lamunanku, ada Vidio call dari Mely, segera kuangkat, tidak biasanya  batinku.

"Assalamualaikum Ratih, Kang Fajar SDH mendahului kita, tadi  pukul 4.30 , sebelum subuh" ku amati ekspresi wajah yg dingin dan tarikan senyum getir diakhir pembicaraan. Pengumuman suami Melly meninggal  di grup sekolah, ucapan berduka berdenting tak henti-hentinya, Aku berkemas, segera menuju ke rumah Melly, tentu dia butuh teman untuk menemani keperihan hatinya ditinggal wafat suaminya..

Sesampai di rumah Melly,  disambutnya aku dengan pelukan hangat, tanpa deraian air mata, wajahnya pucat pasi tanpa ekspresi.

Aku berbisik, "sakit apa beliau?  Melly hanya tersenyum getir,

"Sudah enam tahun kupendam perih hatiku, enam tahun dia memiliki wanita diluar izinku dan sepengetahuanku  berganti ganti wanita. Aku tidak minta cerai, kasihan anak anak, lebih baik dia pergi duluan, anak anak tidak akan tau akhlak bejad ayahnya.

Melly???!! Ucapku termangu atas tuturanya, Melly melanjutkan ceritanya,"Sudah tiga tahun ini asam sulfat kuteteskan disetiap teh ataupun kopi yg kuseduh untuknya setiap pagi sebelum dia kerja, efeknya diterimanya tadi pagi paru parunya terbakar secara perlahan, enam  tahun Ratih kupendam semuanya," tangis Melly meledak di bahuku.

Aku menenangkan dengan mengusap punggungnya. "Melly, kujamin rahasia ini aman hingga akhir hayatku, legakan hatimu kawan, besarkan anak anakmu dengan ikhlas. Kulihat pelayat sudah berdatangan ingin menyampaikan duka atas meninggalnya suami Melly Fajar.

Posting Komentar untuk "Melly Guru Kimia"