Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

kepala sapi


 Hikayat Kepala Sapi

Keceriaan lebaran haji kali ini makin meriah karena bertepatan dengan liburan sekolah. Banyak perantau pulang kampung termasuk sepupu ibuku dari Medan membawa 3 anaknya. 

Tanteku dari Jakarta juga suami dan anaknya.  Biasanya kami hanya dapat 2 bungkus daging kurban, namun kali ini ada 9 kupon artinya 9 bungkus daging. 

Ibuku akan membuat banyak rendang, beruk petik kelapa telah disewa, para bapak kebagian tugas mengupas kelapa ini. Setelah shalat hari raya, tante dan sepupunya mempersiapkan santan dan bumbu untuk membuat rendang resep warisan nenek.

Kami anaknya, bertugas menukarkan kupon daging kurban di lapangan. Ajakan seorang teman untuk mandi disungai diujung desa langsung aku iyakan dan mengajak para sepupu pergi bersama.  

Setelah puas bermain kami kembali ke lapangan hendak menukarkan kupon daging kurban. Ternyata daging telah selesai dibagikan dan hanya tersisa kepala sapi, kata panitia bawalah kepala sapi ini buat bikin gulai banak. Kami masing-masing menenteng 2 kepala sapi.

Menuju rumahku sudah tercium wangi aroma bumbu rendang berpadu dengan santan kelapa yang mulai tanak dan sesampainya langsung kami serahkan kepala sapi ini.  Para emak yang kaget melihat 8 kepala sapi, mereka kompak mengamuk ke kami karena kami yang lalai menjalankan tugas dan para bapak tertawa melihat kepala sapi, para Bapak pun dihukum mengembalikan kepala sapi kepada panitia kurban. (Penulis : Yessi Etmiza)

Posting Komentar untuk "kepala sapi"